apoteker indonesia

IRFAN BANGET

Jakarta, Kompas – Petugas apotek harus mengedepankan keselamatan pasien dan tidak hanya berorientasi pada keuntungan penjualan obat. Apoteker harus berani menolak resep dokter atau permintaan konsumen yang mencurigakan atau meragukan.

”Kalau ada resep dokter yang Anda ragukan, lakukan konfirmasi kepada dokter yang bersangkutan. Kalau tidak bisa dikonfirmasi, tolak saja dengan menjelaskan secara baik kepada konsumen untuk menghindari kesalahan,” kata M Nasser, Ketua Umum Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia, dalam Seminar Kefarmasian untuk Apoteker Indonesia yang digelar Lingkar Studi Farmasi (LSF), Sabtu (17/3), di Jakarta.

Selain Nasser, LSF juga menghadirkan Direktur Pengawasan Produk Terapetik dan PKRT Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roland Hutapea dan Site Change Coordinator-Quality Department Novartis Singapore Pharmaceutical Manufacturing Mimi Virlany Syahputri.

Ia mengatakan, kesalahan dalam membaca resep bisa berakibat buruk bagi kesehatan, bahkan keselamatan pasien. Jika dilakukan penyelidikan, apoteker bisa diproses hukum.

Apoteker wajib mengubah paradigma pelayanan kefarmasian. Dari yang semula berorientasi pada pengelolaan obat sebagai komoditas…

Lihat pos aslinya 147 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s