Galau menjadi tren pada masa kini

G5 “Galau Galau Gimana Gitu Gue !!!”

Setiap hari ane lihat dan dengerin kata GALAU… GALAU… GALAU… dan GALAU lagi.

Di Facebook, orang bikin status “Lagi GALAU”.
Di Twitter, hampir setiap buka timeline di Twitter, gue menemukan kata “GALAU” entah dengan hashtag ataupun tidak. Sepertinya, Twitter tempat pas bagi orang-orang yang sedang GALAU.
Di blog, orang buat puisi tentang GALAU.
Di Radio, orang curhat lagi GALAU trus request lagu yang GALAU juga.
Di TV, pelawak bilang juga GALAU.
Di HP, temen ane minta temenin ngobrol, katanya lagi GALAU.
Di koran, ada berita seorang suami nyaris membunuh istinya, karena rumah tangganya lagi GALAU.
ampe pocong juga galau… cong…!!!

“Aiiih mak GALAU ya” Dimana-mana orang sedang GALAU semua brow!

Banyak hal membuat orang jadi GALAU. Diputus pacar, bikin GALAU. Bertengkar dengan pacar, GALAU. Kelamaan menjomblo, juga sering jadi GALAU. Diomelin orangtua atau atasan, juga bikin GALAU. Ini itu GALAU. Apa-apa bikin GALAU.

Tapi benarkah kata “GALAU” telah digunakan dengan tepat sesuai peruntukkannya?

Cara terbaik menelisiknya adalah berpaling ke kamus. Di halaman 407 Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV (2008), dikatakan “GALAU” berarti kacau (tentang pikiran); “berGALAU” berarti (salah satu artinya) kacau tidak keruan (pikiran); dan “keGALAUan” berarti sifat (keadaan hal) GALAU.

Merujuk ke defenisi menurut kamus keadaan GALAU adalah saat pikiran sedang kacau tak keruan. Orang yang tengah GALAU pikirannya sedang kacau.

Kacau dalam kamus diartikan (salah satunya, terutama berkaitan dengan pikiran) kusut (kalut) tidak keruan. Contoh kalimatnya: Pikirannya bertambah kacau mendengar berita itu.

Menurut ane, GALAU bukan kata yang pas untuk menunjukkan sebuah keadaan pikiran yang tengah tidak dalam keadaan baik. Karena kata “kacau” yang terdapat dalam makna “GALAU” lebih tepat dengan suasana kalang kabut dan kusut.

Mengecek ke Google Translate dan buku Kamus Indonesia-Inggris John M. Echols dan Hasan Shadily, bahasa Inggris GALAU adalah hubbub dan confusion. Artinya, GALAU lebih dekat dengan suasana pikiran yang tengah bingung.

Bahasa Indonesia menyediakan kata lain yang lebih tepat, “gundah”. Di KBBI, “gundah” berarti sedih, bimbang, gelisah. Dilengkapi jadi “gundah gulana” berarti keadaan sangat sedih atau sedih dan lesu.

Untuk suasana hati yang sering disebut tengah “GALAU” rasanya lebih pas bila mengatakannya tengah “gundah”.

Lantas, bagaimana mengatasi hati yang gundah alias GALAU? Jawabannya, jalan jalan aja brow…. hahhah

2 thoughts on “Galau menjadi tren pada masa kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s